Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Perkuat Pengawasan Partisipatif Sejak Dini, Siapkan Masyarakat Hadapi Pemilu Mendatang

Siti Nurhayati

Anggota Bawaslu Kabupaten Purwakarta, Siti Nurhayati.

Purwakarta, Bawaslu – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menggelar kegiatan "Sosialisasi dan Penguatan Pengawasan Partisipatif" di Prime Plaza Hotel Purwakarta, Rabu (24/12/2025). 

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali masyarakat dalam mengawal integritas demokrasi di masa senggang sebelum memasuki tahapan pemilu berikutnya.

​Anggota Bawaslu Purwakarta, Siti Nurhayati, dalam kesempatannya menekankan pentingnya memanfaatkan waktu luang di tahun 2025 dan 2026 untuk mempersiapkan diri. Menurutnya, pengawasan partisipatif tidak boleh berhenti meski tahapan pemilu belum dimulai secara intensif.

"Di tahun 2025 dan 2026 ini adalah waktu-waktu luang untuk mempersiapkan diri. Pengawasan partisipatif harus terus berjalan agar saat tahapan dimulai dan waktu menjadi sangat ketat, kita sudah siap," ujar Siti Nurhayati.

Fokus pada Pencegahan Pelanggaran

Dalam pemaparannya, Siti Nurhayati menggarisbawahi tiga poin utama mengapa pengawasan partisipatif sangat krusial saat ini:

  1. ​Kesiapan Penyelenggara dan Masyarakat: Memperkuat kembali nilai demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat agar pelaksanaannya jujur, adil, dan bermartabat.
  2. Pentingnya Peran Serta Publik: Bawaslu menyadari bahwa pengawasan tidak akan maksimal tanpa keterlibatan aktif masyarakat sebagai mata dan telinga di lapangan.
  3. ​Pencegahan Dini: Sosialisasi dilakukan untuk mengedukasi masyarakat mengenai apa yang diperbolehkan dan dilarang dalam aturan pemilu, sehingga potensi pelanggaran dapat ditekan sejak awal.

​Target Estafet Informasi
​Meskipun secara fisik kegiatan ini dihadiri oleh 100 peserta, Bawaslu berharap adanya efek domino dalam penyebaran informasi.

​"Saya berharap dari 100 orang yang hadir hari ini, ilmunya bisa tersampaikan kepada 1.000 orang, bahkan menjangkau seluruh penduduk di Kabupaten Purwakarta. Masyarakat harus tahu dan membuka mata terhadap proses demokrasi kita," tambahnya. ***