Lompat ke isi utama

Berita

Lewat Diskusi Tatap Muka P2P, Bawaslu Purwakarta Ajak Masyarakat Kawal Demokrasi

P2p

Diskusi Tatap Muka dalam kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) dengan tema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu" pada Kamis, 18 Juni 2028. /humas

Purwakarta, Bawaslu – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Purwakarta menggelar Diskusi Tatap Muka dalam kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) dengan tema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu" pada Kamis, 18 Juni 2028. 

Kegiatan ini diinisiasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat keterlibatan masyarakat secara aktif dalam mengawal kualitas demokrasi dan ekosistem pemilu ke depan.

Hadir dalam agenda tersebut, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat sekaligus Koordinator Divisi Hukum dan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), Usep Agus Zawari. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa momentum pemilu atau pilkada tidak boleh hanya dipandang sebagai rutinitas prosedural lima tahunan untuk sekadar mengganti kepemimpinan. 

Menurutnya, proses ini adalah titik awal yang menentukan peradaban dan arah masa depan bangsa.

​"Kita punya mimpi besar agar peradaban itu kita ciptakan dan kita rayakan sedemikian rupa. Mari letakkan bermimpi bagaimana pemilu dan demokrasi yang substantif," ujar Usep Agus Zawari dalam pemaparannya.

​Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi bersama untuk melawan berbagai tantangan demokrasi di lapangan, seperti praktik kecurangan, politik uang, hoaks, hingga disinformasi yang kerap muncul dalam setiap tahapan kontestasi.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Purwakarta, Yusuf Supriatno,  menyatakan bahwa keterlibatan aktif elemen masyarakat melalui program P2P ini menjadi sangat krusial mengingat keterbatasan jumlah personel pengawas resmi di tingkat daerah.

"Bawaslu itu sedikit (anggota). Makanya, perlu hari ini dimaksimalkan untuk diikutsertakan teman-teman untuk ikut mengawasi. Karena kalau sedikit, itu pasti kurang maksimal," ungkap Yusuf Supriatno saat memberikan sambutan.

Yusuf berharap kader P2P dapat menjadi perpanjangan tangan Bawaslu dalam mengawal jalannya pesta demokrasi. 

Ia juga berpesan agar para kader mengikuti seluruh rangkaian materi dengan maksimal demi mewujudkan pengawasan partisipatif yang solid di Kabupaten Purwakarta.

Melalui program P2P ini, Bawaslu berkomitmen untuk terus membuka ruang diskusi kepemiluan secara berkelanjutan, sekaligus menjadikan kantor Bawaslu sebagai "Rumah Demokrasi" yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. ***